Minggu, 20 Desember 2020

Tafsir Ibnu Katsir Tentang Ayat Controling dalam Al-Qur'an

 Desember 21,2020

Fatra Huwolo 

Artikel

Controlling atau pengawasan merupakan salah satu aspek penting dalamdinamika sebuah organisasi, baik organisasi dalam bentuk perusahaan pendidikan maupun yang lainnya. Selain sebagai bagian

integral dari proses atau tahapan kinerja organsasi yang dimulai dari Planning, organizing, actuating sampai controlling, dalam beberapa studi,manajemen juga menunjukkan bahwa upaya pengawasan yang tereduksi dalam sebuah sistem kerja organisasi berpengaruh sangat signifikan  terhadap peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Secara definitif, controlling dalam bahasa Indonesia dapat ditafsirkan sebagai pengawasan atau pengendalian, sehingga dalam bahasa Inggris  

pengertian pengawasan dan pengendalian tetap dipergunakan dengan istilah controlling. Istilah controlling dengan makna pengendalian  atau pengawasan dalam konteks ilmu manajemen telah mengalami  perkembangan definisi dari masa ke masa. Adapun yang cukup populer  adalah pendapat Usury dan Hammer (1994:5) yang menyatakan bahwa:

Controlling is management’s systematic efforts to achieve objectives by comparing performances to plan and taking appropriate action to correct important differences”

(pengendalian adalah sebuah usaha sistematik dari manajemen untuk mencapai tujuan dengan membandingkan kinerja dengan rencana awal dan kemudian melakukan langkah perbaikan terhadap perbedaan-perbedaan penting dari keduanya).Apabila  dikaitkan dengan kajian keislaman, maka konsep pengawasan (controlling)  yang diaktualisasikan dalam aktivitas organisasi kiranya perlu digali dari sumber utama, yakni al-Qur’an sebagai representasi pesan-pesan Tuhan  

yang ditujukan untuk menjadi pedoman (al-Huda) bagi umat manusia, serta al-Hadits yang bersumber dari Rasul-Nya. Hal ini perlu dilakukan  agar prinsip-prinsip umum dan pesan-pesan penting yang terdapat dalam  al-Qur’an dan al-Hadits dapat menjadi landasan nilai atau bahkan konsep  yang aplikatif bagi setiap aktivitas dalam kehidupan manusia, terutama  pada aspek keorganisasian atau manajemen pendidikan.

Terma Sebagian Ayat Al-Qur’an tentang Controlling

Controlling atau pengawasan di dalam bahasa Arab memiliki makna yang sama dengan kata ar-Riqobah. Di dalam al-Qur’an, kata ini  disebutkan pada beberapa ayat yang secara umum menunjukkan tentang  adanya fungsi pengawasan, terutama pengawasan dari Allah swt. Ayat- ayat tersebut di antaranya adalah:  

QS. An-Nisa [4]: 1 

Artinya:“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki  

dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan  (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga  dan mengawasi kamu.”

Fungsi dan Tujuan Controlling

Fungsi pengawasan dapat terungkap di antaranya pada QS. as-Shof [61]: 3: 

Artinya: “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”16 

Ayat tersebut memberikan ancaman dan peringatan terhadap orang yang mengabaikan pengawasan terhadap perbuatannya. 

Sejalan dengan kandungan ayat tersebut, manajemen merupakan sebuah proses pemanfaatan semua sumber daya melalui bantuan orang lain dan bekerjasama dengannya, agar tujuan bersama bisa dicapai secara efektif, efesien, dan produktif. Fungsi manajemen adalah merancang, mengorganisasikan, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Dalam pandangan Islam segala sesuatu harus dilakukan secara terencana, dan teratur. Tidak terkecuali dengan proses kegiatan belajar- mengajar yang merupakan hal yang harus diperhatikan, karena substansi  dari pembelajaran adalah membantu siswa agar mereka dapat belajar  secara baik dan maksimal. Manajemen dalam hal ini berarti mengatur atau  mengelola sesuatu hal agar menjadi baik. 

Tujuan melakukan pengawasan, pengendalian dan koreksi adalah untuk mencegah seseorang jatuh terjerumus kepada sesuatu yang salah.  Tujuan lainnya adalah agar kualitas kehidupan terus meningkat. Inilah  yang dimaksud dengan tausiyah, dan bukan untuk menjatuhkan. Fungsi  manajerial pengawasan adalah untuk mengukur dan mengkoreksi kerjabawahan untuk memastikan bahwa tujuan organisasi dan rencana yang didesain sedang dilaksanakan. 

Syarat Controlling

Setelah diulas mengenai konsep controlling berdasarkan al-Qur’an dan hadits, berikut ini dibahas tentang syarat-syarat atas orang yang melakukan kontrol, yaitu:

1) Islam

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu harus seorang muslim.

2) Berakal sehat, normal atau waras. (Maturity, ) Seorang manajer yang melakukan kontrol itu harus berakal sehat  dan tidak terganggu pikirannya oleh sebuah penyakit yang dapat  mempengaruhi keputusannya. 

3) Berpengetahuan (Knowladge, )

Seorang manajer yang melakukan control itu harus berpengetahuan tentang persoalan manajerial, perihal kontrol dan cara yang benar  dalam melaksanakannya.

4) Kemampuan (ability, )

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu harus sehat jasmani, tidak sedang sakit dan tidak cacat salah satu anggota badannya yang menyebabkannya tidak dapat melakukan tindakan control secara Sempurna.

5) Kekuasaan (authority, )

Seorangmanajer yang melakukan control itu harus memiliki kewenangan  penuh secara resmi dalam hal pelaksanaan control tersebut. Hal ini dapat  disimpulkan dari pemahaman hadits Rosulullah saw tentang setiap  pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya.

6) Panutan 

Seorang manajer yang melakukan control itu harus mampu menjadi panutan yang baik bagi anggota yang dikontrolnya.

7) Memiliki integritas (integrity, Fidelity, )

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu harus amanah, menjalankan tugasnya dengan sebenar-benarnya dan tidak boleh  khianat sekecil apapun.

8) Positivity, 

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu tidak hanya cukup  mengetetahui kesalahan-kesalahan, tetapi dia harus memberi balasan  yang baik bagi yang berprestasi dan memberikan peringatan atau  sanksi yang sepadan bagi mereka yang menyimpang.  

9) Netral (Neutrality, )

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu harus memutuskan dan menetapkan sikap dan segala sesuatunya secara, netral, objektif dan  tanpa ada keberpihakan kepada salah satu pihak yang dikontrolnya.

10) Moderasi (Moderation, )

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu jika ditinjau dari fungsinya dapat dikatakan sebagai seorang hakim.

11) Teliti, (Certainty, )

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu harus teliti, memastikan bahwa semua prosedur dan langkah-langkah kontrolnya telah terlaksa  dengan baik, dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan  sehingga keputusannya menjadi kokoh. 

Dari uraian yang telah dipaparkan tentang studi al-Qur’an dan Hadits  mengenai konsep controlling dalam organisasi, maka dapat disimpulkan  

beberapa hal sebagai berikut:

1. Controlling atau yang di dalam istilah Indonesia bermakna  pengendalian, pengawasan atau kontrol, secara sederhana dapat  diartikan sebagai suatu proses penyesuaian pergerakan antara  organisasi dengan tujuannya. 

2. Pengawasan sebagai upaya pengecekan atas jalannya perencanaan 

(planning) dalam organisasi untuk menghindari kegagalan atau akibat yang lebih buruk. Mengenai faktor ini, al-Qur’an memberikan konsepsi yang tegas agar hal yang bersifat merugikan tidak terjadi.  

Tekanan al-Qur’an lebih dahulu pada intropeksi, evaluasi diri pribadi sebagai pimpinan apakah sudah sejalan dengan pola dan tingkah  berdasarkan planning dan program yang telah dirumuskan semula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsir Ibnu Katsir Tentang Ayat Controling dalam Al-Qur'an

Desember 21,2020 Fatmawati H. Usman Artikel Abstract: Controlling or supervision, often also called control.  Control is one of the manageme...