Minggu, 20 Desember 2020

Tafsir Ibnu Katsir Tentang Ayat Controling dalam Al-Qur'an

Desember 21,2020

Fatmawati H. Usman

Artikel
Abstract:Controlling or supervision, often also called control.
 Control is one of the management functions in the form of assessing, if necessary, making corrections so that what subordinates do can be directed to the right path with the intent and purpose that has been outlined. Supervision is one of the functions in management to guarantee so that the implementation of work runs in accordance with the standards set in the planning. Supervision / control is a process to ensure that actual activities are in accordance with planned activities.
Keywords: Controlling, Organization, Qur’an, and Hadith

Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian.
Pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan
dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dan tujuan yang telah
digariskan semula.
Pengawasan adalah salah satu fungsi dalam manajemen untuk menjamin
agar pelaksanaan kerja berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam perencanaan. Pengawasan/pengendalian adalah proses untuk memastikan bahwa  aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. 
Proses  pengendalian dapat melibatkan beberapa elemen yaitu :
1) Menerapkan standar  
kinerja. 
2) Mengukur kinerja. 
3) Membandingkan unjuk kerja dengan standar
yang ditetapkan. 
4) Mengambil tindakan korektifsaat terdeteksi penyimpangan.Dalam al Quran pengawasan bersifat transendental, jadi dengan begitu akan muncul inner dicipline (tertib diri dari dalam). Itulah sebabnya di zaman generasi Islam pertama, motivasi kerja mereka hanyalah Allah kendatipun dalam hal-hal keduniawian yang saat ini dinilai cenderung sekuler sekalipun.
Mengenai fungsi pengawasan, Allah SWT berfirman di dalam al Quran
sebagai berikut:
Artinya : Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah,  
Allah mengawasi (perbuatan) mereka; dan kamu (ya Muhammad)
bukanlah orang yang diserahi mengawasi  (Q.S As Syuura
ayat:6).

Contoh pengawasan dari fungsi manajemen dapat dijumpai dalam hadits
yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari sebagai berikut:
Al Bukhari Muslim meriwayatkan dari Ibnu „Abbas, ia berkata: “Suatu
malam aku menginap di rumah bibiku, Maimunah. Setelah beberap saat
malam lewat, Nabi bangun untuk menunaikan shalat. Beliau melakukan L
wudhu` ringan sekali (dengan air yang sedikit) dan kemudian shalat. Maka,
aku bangun dan berwudhu` seperti wudhu` Beliau. Aku menghampiri Beliau
dan berdiri di sebelah kirinya. Beliau memutarku ke arah sebelah kanannya
dan meneruskannshalatnya sesuai yang dikehendaki Allah …”.

Dari peristiwa di atas dapat ditemukan upaya pengawasan Nabi Muhammad
Saw terhadap Ibnu „Abbas  yang melakukan kesalahan karena berdiri di sisi kiri Beliau saat menjadi makmum dalam shalat bersama Beliau. Karena seorang  
makmum harus berada di sebelah kanan imam, jika ia sendirian bersama imam.
Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak membiarkan kekeliruan Ibnu „Abbas
dengan dalih umurnya yang masih dini, namun Beliau Shallallahu 'alaihi wa
sallam tetap mengoreksinya dengan mengalihkan posisinya ke kanan Beliau
Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dalam melakukan pengawasan, beliau langsung
memberi arahan dan bimbingan yang benar.

Hakikat Controlling
Dalam hadis shohih disebutkan:
beribadahlah kepada Alloh seakan akan engkau melihatnya, jika engkau
tak melihatnya maka sesungguhnya Alloh melihatmu. Ini merupakan
petunjuk dan perintah tentang muroqobah pada al-Roqiib.
Berkenaan dengan makna dari controlling, dalam beberapa literatur
kajian Islam, sebenarnya telah dirumuskan beberapa konsep yang salah
satunya dapat dirujuk dari pendapat Ahmad Bin Daud yang menyatakan bahwa
“Controlling adalah tugas administratif secara personal atau kolektif
yang fokusnya adalah pemantauan aktifitas organisasi dan memeriksa
kegiatan tersebut dari dalam sistem secara tematis (bagian per-bagian)
dengan tujuan membetulkan yang salah atau mengubah sesuatu agar
kembali kepada yang lazim (semestinya) dan yang demikian itu untuk
memastikan akan keselamatan program kegiatan organisasi tersebut,
baik dari segi pelaksanaan, sarana maupun tujuannya dan semua itu
dilaksanakan dengan landasan melaksanakan kewajiban dan menaati
firman Allah swt, yang berkenaan dengan penyifatan orang yang
beriman: “Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang
dipikulnya) dan janjinya”, dan sebagai bentuk rasa pertanggung
jawaban serta pelaksanaan atas sabda Rosulullah saw: “Setiap kalian
adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban
atas kepemimpinannya tersebut”
Dari penjelasan ayat dan definisi di atas, maka hakikat controlling 
atau pengawasan dalam Islam mempunyai karakteristik antara lain:
pengawasan bersifat material dan spiritual, monitoring bukan hanya 
manajer, tetapi juga Allah Swt, menggunakan metode yang manusiawi
yang menjunjung martabat manusia. Dalam konteks organisasi, ar-riqobah
atau pengawasan merupakan kewajiban yang terus menerus harus
dilaksanakan, karena pengawasan merupakan pengecekan jalannya dalam organisasi untuk menghindari kegagalan atau akibat  yang lebih buruk. Mengenai faktor ini, al-Qur’an memberikan konsepsi yang tegas agar hal yang bersifat merugikan tidak terjadi. Tekanan al- Qur’an lebih dahulu pada intropeksi dan evaluasi diri dari pribadi seorang  pemimpin apakah sudah sejalan dengan pola dan tingkah berdasarkan  planning dan program yang telah dirumuskan semula.

Syarat Controlling

Setelah diulas mengenai konsep controlling berdasarkan al-Qur’an dan hadits, berikut ini dibahas tentang syarat-syarat atas orang yang melakukan kontrol, yaitu:

1) Islam

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu harus seorang muslim.

2) Berakal sehat, normal atau waras. (Maturity, ) Seorang manajer yang melakukan kontrol itu harus berakal sehat dan tidak terganggu pikirannya oleh sebuah penyakit yang dapat mempengaruhi keputusannya. 

3) Berpengetahuan (Knowladge, )

Seorang manajer yang melakukan control itu harus berpengetahuan tentang persoalan manajerial, perihal kontrol dan cara yang benar dalam melaksanakannya.

4) Kemampuan (ability, )

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu harus sehat jasmani, tidak sedang sakit dan tidak cacat salah satu anggota badannya yang menyebabkannya tidak dapat melakukan tindakan control secara Sempurna.

5) Kekuasaan (authority, )

Seorangmanajer yang melakukan control itu harus memiliki kewenangan penuh secara resmi dalam hal pelaksanaan control tersebut. Hal ini dapat disimpulkan dari pemahaman hadits Rosulullah saw tentang setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya.

6) Panutan 

Seorang manajer yang melakukan control itu harus mampu menjadi panutan yang baik bagi anggota yang dikontrolnya.

7) Memiliki integritas (integrity, Fidelity, )

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu harus amanah, menjalankan tugasnya dengan sebenar-benarnya dan tidak boleh khianat sekecil apapun.

8) Positivity, 

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu tidak hanya cukup mengetetahui kesalahan-kesalahan, tetapi dia harus memberi balasan yang baik bagi yang berprestasi dan memberikan peringatan atau sanksi yang sepadan bagi mereka yang menyimpang.  

9) Netral (Neutrality, )

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu harus memutuskan dan menetapkan sikap dan segala sesuatunya secara, netral, objektif dan tanpa ada keberpihakan kepada salah satu pihak yang dikontrolnya.

10) Moderasi (Moderation, )

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu jika ditinjau dari fungsinya dapat dikatakan sebagai seorang hakim.

11) Teliti, (Certainty, )

Seorang manajer yang melakukan kontrol itu harus teliti, memastikan bahwa semua prosedur dan langkah-langkah kontrolnya telah terlaksa dengan baik, dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan sehingga keputusannya menjadi kokoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsir Ibnu Katsir Tentang Ayat Controling dalam Al-Qur'an

Desember 21,2020 Fatmawati H. Usman Artikel Abstract: Controlling or supervision, often also called control.  Control is one of the manageme...